Perjuangan Ifan Seventen Melawan Tsunami: "Saya Sudah Hampir Menyerah"

Grup band Seventeen menjadi korban tsunami yang menerjang kawasan Tanjung Lesung, Banten pada Sabtu (23/12). Ifan Seventeen sang vokalis menceritakan sempat terseret arus sampai ke tengah laut.

Sponsored Ad

Ifan yang sedang tampil di atas panggun sama sekali tidak menduga akan datangnya ombak tinggi menerjang dari belakang panggung. Bahkan, saat berada di laut Ifan melihat banyak korban yang diduga sudah meninggal.

"Emang sebagian besar kita, saya tadi dan manajer kita ada di bibir pantai, termasuk aku sendiri, aku waktu kejadian sempet terlempar ke tengah laut, ada banyak mayat sekitar aku mungkin 20 hingga 24," ungkap Ifan Seventeen saat wawancara lewat telepon di TV One, Minggu (23/12).

Sponsored Ad

Saat peristiwa terjadi Ifan mengaku hampir menyerah dan pasrah. Hingga akhirnya ia bisa menepi dan menyelamatkan diri bersama beberapa orang.

"Saya kelempar cukup jauh mungkin, begitu saya bisa nyebrang, saya terapung di laut, itu juga udah hampir nyerah," teramg Ifan Seventeen.

"Pas saya sampai pinggiran saya cari keluarga dan Seventeen. Saya ketemu jenazah mas Bani, evakuasi sangat lambat karena banyak jalan keputus dan cuaca jelek, hujan deras," pungkas Ifan Seventeen.

Sponsored Ad

Ifan pun mengunggah video lewat Instastory, Minggu (23/12). Sambil menangis Ifan menyebutkan bassisnya Muhammad Awal Purbani atau Bani dan road manajer, Oki Wijaya telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Dalam unggahannya itu Ifan juga memohon doa agar istri tercinta, Dylan Sahara dan personel band Seventeen segera ditemukam dalam keadaan baik-baik.

Sumber: linetoday


Kamu Mungkin Suka