Canggih Parah, Proses Di Balik Layar Pembuatan “Minyak Goreng Filma” Ini Sudah Berhasil Bikin Jutaan Netizen Indonesia Terpukau Bukan Main, Apalagi Bagian “Ini”!

Selain ekosistem, bumi memiliki kekayaan flora dan fauna. Indonesia adalah salah satu Negara dengan kekayaan flora dan faunanya. Karena tanah Indonesia terkenal akan kesuburannya, banyak tanaman yang dapat di tanam di sini. Salah satunya adala kelapa sawit. Kelapa sawit adalah tanaman yang mampu menghasilkan minyak nabati yang sangat dibutuhkan untuk memasak. Untuk membuat membuat minyak goreng dari kelapa sawit, membutuhkan proses yang panjang, agar menghasilkan minyak goreng murni.

Sponsored Ad


Salah satu yang akan kita bahas adalah pembuatan minyak goreng di Indonesia. Tentunya dengan permintaan minyak goreng yang tinggi, pembuatannya pun harus dalam skala besar. Rata-rata pembuatan minyak goreng dengan brand besar sudah menggunakan teknologi super canggih, salah satunya adalah Filma. Hayo, penasaran gak kaya gimana prosesnya? Simak di bawah ini yuk!

Tahap Pembuatan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Banyak sekali jenis minyak goreng. Antara lain minyak zaitun, minyak jagung, minyak ikan dorang dan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit adalah minyak yang paling umum dipakai, karena minyak kelapa sawit paling lama dikenal oleh masyarakat luas. Indonesia adalah salah satu Negara dengan jumlah perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Sehingga dapat dikatakan Indonesia adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan jumlah yang dihasilkan 31,10 juta ton per tahun. Tanaman kelapa sawit sangat cocok dengan Indonesia yang beriklim tropis.

Sponsored Ad

Bahan yang dipakai dalam pembuatan minyak goreng kelapa sawit adalah buah kelapa sawit. Buah kelapa sawit mengandung minyak, sehingga harus diperas untuk menghasilkan minyak utuh yang jernih. Proses pembuatan minyak kelapa sawit membutuhkan mesin pres yang kuat serta air panas. Selain itu, dalam proses pembuatan minyak kelapa sawit, membutuhkan pemilihan buah kelapa sawit yang baik dan matang. Minyak goreng yang dihasilkan oleh kelapa sawit adalah jenis minyak goreng nabati, yang dianggap memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga kebun kelama sawit dianggap membawa keuntungan yang tinggi. Dalam proses pembuatan minyak goreng kelapa sawit, membutuhkan 5 langkah. Mulai dari tahap pengambilan buah hingga penyimpanan minyak murni yang telah disaring. Langkah tersebut antara lain:

Sponsored Ad

1. Pengumpulan Buah Kelapa Sawit

Pada tahap ini, kelapa sawit yang telah matang, di ambil. Proses pengambilan ini disebut pengumpulan tandan buah segar atau TBS. Pemilihan buah sangat diperlukan untuk menciptakan minyak goreng dengan kualitas yang baik. Pengangkutan buah ini memakai truk, dan segera di bawa ke pabrik. Pengolahan kelapa sawit sebaiknya di pabrik dengan memakai mesin yang memiliki kekuatan pres yang baik. Hal ini agar minyak yang di hasilkan juga berkualitas baik. Saat TBS telah masuk ke dalam pabrik, TBS kemudian di timbang untuk dapat dilihat kapasitas minyak yang akan di hasilkan.

Sponsored Ad


2. Perebusan Buah Kelapa Sawit

Sesudah di timbang, lalu buah direbus memakai uap air panas dengan tekanan 2,2 hingga 3 kg per cm. proses perebusan ini membutuhkan waktu selama 90 menit. Perebusan ini berguna untuk membunuh enzim yang akan merusak hasil jadi dari minyak tersebut. Selain itu, untuk memudahkan saat peremasan buah untuk diambil minyaknya. Perebusan buah juga memudahkan perontokan inti buah dari cangkangnya. Buah yang telah direbus akan menghasilkan minyak dengan kadar 0,5 persen. Buah yang telah direbus, kemudian akan di bawa ke tahap berikutnya.

Sponsored Ad

3. Perontokan Buah

Buah kelapa sawit yang dibawa ke dalam pabrik masih tertancap pada tangkai. Oleh karena itu, buah harus dirontokkan dari tangkainya terlebih dahulu. Buah telah direbus, menjadi lebih mudah untuk dirontokkan dari tangkainya. Cara merontokkan buah dari tangkainya memakai metode bantingan. Setelah buah dirontokkan dari tangkainya, buah dimasukkan ke dalam mesin therser. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan buah dari brondongnya. Proses memakai mesih therser ini membutuhkan waktu dua kali pengolahan. Hal ini agar buah benar- benar bersih drai tangkai dan brondongnya. Hasil dari pengolahan ini adalah daging buah yang terkelupas dan dapat diperas pada tahap selanjutnya.

Sponsored Ad

4. Pemerasan Daging Buah

Sebelum buah di peras, terlebih dahulu harus melepaskan biji buah dari daging buah. Hal ini memakai tekanan uap bersuhu antara 80 hingga 90 derajat. Setelah buah telah terlepas dari bijinya, maka buah dimasukkan ke dalam mesin pengompres. Pada tahap ini membutuhkan tambahan panas sekitar 10 hingga 15 persen dari kapasitas mesin pengompres. Hasil akhir dari pengompresan ini adalah minyak kasar yang masih bercampur dengan daging buah atau ampas buah.

Sponsored Ad

5. Penyaringan Minyak Kasar

Minyak yang dihasilkan oleh mesih pengompres adalah minyak yang kasar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan minyak murni, minyak kasar ini harus disaring terlebih dahulu. Pada proses ini, minyak kasar dimasukkan ke dalam crude oil tank. Di dalam wadah ini, terdapat saringan pasir yang bertugas memisahkan ampas dan minyak. Ampas yang terkumpul pada saringan akan diolah lagi, karena masih mengandung minyak pada pengolahan ini memakai mesin depericarper. Pada proses ini, membutuhkan bantuan air panas untuk memudahkan pengolahan ampas menjadi minyak. Pada proses ini, karena memakai bantuan air, maka hasil yang keluar adalah air yang bercampur dengan minyak.

Sponsored Ad


6. Pemisahan Minyak dengan Air

Pada proses ini, minyak yang telah tercampur dengan air haris dipisahkan. Proses pemisahan ini harus urut dan sesuai dengan kadar minyak yang ada. Selain itu harus sesuai dengan fase- fase minyak tersebut. Pada fase ringan, kandungannya adalah minyak, air, dan massa jenis minyak ditampung pada continuous setting tank. Lalu kandungan minyaknya akan dibawa ke oil tank. Sedangkan fase berat berisi minyak, air, dan massa berat ditampung pada sludge tank lalu dibawa ke sludge separator untuk dipisah minyak dan airnya. Hasil akhir pada kedua proses ini adalah minyak, yang kemudian akan dimurnikan.

Sponsored Ad

7. Pemurnian Minyak

Minyak yang telah terpisah dengan air tidak 100% benar- benar terpisah dengan air. Hal ini membutuhkan proses pemurnian untuk benar- benar menghilangkan air di dalam minyak. Untuk dapat memurnikan minyak, minyak di bawa ke dalam vacuum drier. Fungsi dari mesin ini adalah untuk membuang air yang terkandung di dalam minyak hingga nilai minimal atau di bawah ambang batas. Setelah melewati proses vacuum drier, minyak yang telah menjadi minyak murni, dimasukkan ke dalam oil storage tank untuk dibawa ke bagian pengemasan.

Sumber: Youtube

Kamu Mungkin Suka